Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa MAN Kota Surabaya dalam ajang Kejuaraan Nasional (KEJURNAS) Robotika yang diselenggarakan pada 24–25 Januari 2026 di Batu Night Spectacular (BNS) Malang Jawa Timur. Kompetisi bergengsi ini mempertemukan para inovator muda dari berbagai sekolah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang teknologi dan robotika.

Dalam ajang tersebut, para peserta berhasil menampilkan kreativitas, ketelitian, serta kemampuan pemrograman dan perakitan robot yang luar biasa. Persaingan berlangsung ketat di setiap kategori, namun semangat sportivitas dan inovasi tetap menjadi sorotan utama sepanjang kompetisi.

Prestasi gemilang diraih oleh Abdullah Athayya Yassar yang sukses menyabet Juara 1 pada kategori Sumo Robot, yang mengungguli para pesaingnya dengan strategi dan ketangguhan robot yang dimilikinya.

Abdullah Atthaya Meraih Penghargaan Juara 1 dan Juara 2 Dalam Kategori Robot Sumo 1 Kg dan 3 Kg

“Perlombaan ini sangat menarik dan saya berharap kepada pihak penyelenggara untuk terus meningkatkan kualitas perlombaan di tahun-tahun berikutnya,” ujar Abdullah Athayya.

Pada kegiatan ini, Abdullah Athayya Yassar mendapat jadwal bertanding pada hari Minggu. Pertandingan ini di selenggarakan secara bertahap sesuai tingkatan yang sudah di tentukan, di mulai dari jenjang SD/MI hingga Mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB dengan diawali regristrasi peserta, kemudian perlombaan berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga puncak acara yakni awarding pada pukul 20.00 WIB.

Tidak hanya itu, tim Robotika juga berhasil membawa kemenangan juara 2 pada kategori Line Follower (LF), yang diikuti oleh 2 siswa yaitu Ivan Bafadal dan Raffinza Nazril. Mereka menunjukkan performa robot yang stabil dan presisi di lintasan. Sebelum mengikuti kompetisi, tim Robotika telah melakukan berbagai persiapan, terutama dalam hal pemrograman (coding) robot. Persiapan ini sangat penting karena rute pergerakan robot pada saat perlombaan ditentukan secara acak oleh panitia, sehingga robot harus diprogram dengan baik agar dapat menyesuaikan dengan kondisi arena.

Saat perlombaan berlangsung, setiap tim diberikan waktu sekitar 30 menit untuk memprogram robot sesuai dengan tantangan yang diberikan. Berkat persiapan yang matang, tim mampu menyelesaikan pemrograman dengan lebih cepat.

Ivan Bafadal dan Raffinza Nazril Mempersiapkan Rakitan Robot Dalam Lomba Line Follower Microcontroller

“Sesuai dengan peraturan dalam waktu 30 menit, kami mempercepat waktu program, saat perlombaan kami sempat kalah beberapa detik dari musuh hingga kami mendapatkan berhasil meraih juara 2,” ucap Ivan Bafadal, salah satu dari peraih Juara 2.

Pertandingan berlangsung dengan sangat ketat. Tim harus menghadapi lawan yang tangguh dan hanya kalah dengan selisih waktu beberapa detik. Meski demikian, tim tetap bersyukur atas hasil yang diperoleh. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di bidang teknologi serta inovasi robotika.

Reportase: Oktaviana, Aulia (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Editor: Wiji Laelatul Jum’ah (Humas, Pembina Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *