(Surabaya – MAN Kota Surabaya) Halaman MAN Kota Surabaya memantul panas yang menyengat. Termometer menyentuh angka 42 derajat celsius. Meski begitu, puluhan siswa ambalan Pramuka enggan berteduh. Selama September hingga awal Oktober 2026, mereka rutin berlatih di bawah terik matahari. Peluh yang menetes ke lantai semen menjadi saksi bisu kegigihan mereka menempa diri.
Persiapan kali ini penuh tantangan. Skuad tim beberapa kali berganti akibat kendala internal. Setelah susunan anggota klop, 26 siswa kelas X dan XI langsung menggenjot latihan secara intensif.
Perjuangan itu terbayar lunas dalam ajang Madrasah Creative Camp (MCC) tingkat Jawa Timur yang digelar Kementerian Agama Jawa Timur. Berlokasi di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, kontingen MAN Kota Surabaya sukses memboyong 7 trofi. Rinciannya, Juara 2 Business Plan Putra, Juara 2 Poster Digital, Juara 2 PBB Putra, Juara 2 Yel-Yel Putra, Juara 3 Orienteering Putra, Juara 3 Senam Putra, dan Juara 3 Business Plan Putri.

Dinamika tiga hari di ngantang rombongan berangkat menuju Malang pada 5 Oktober 2026. Setibanya di lokasi, mereka bahu-membahu mendirikan tenda dan menyiapkan perlengkapan arena.
Hari pertama lomba dimulai dengan kompetisi PBB dan orienteering. Malam harinya, peserta mencairkan suasana lewat kegiatan fun games yang disiapkan panitia. Persaingan berlanjut pada hari kedua. Kontingen bertarung dalam lomba yel-yel, senam, business plan, dan poster digital.
Ujian terberat hadir saat menyiapkan kategori yel-yel. “Kami harus membuat seluruh perangkat pertunjukan dari nol. Tidur kurang, fisik terkuras,” ujar Ahmad Maulana, salah satu peserta.
Usai memeras keringat, sore harinya para peserta menyempatkan diri ke Bendungan Selorejo. Mereka memancing dan berswafoto untuk melepas penat sebelum mengikuti malam inaugurasi. Pengumuman pemenang digelar pada hari ketiga. Suasana riuk berubah haru saat nama sekolah mereka berkali-kali dipanggil ke atas panggung.
“Jantung rasanya mau copot. Kaget luar biasa saat nama sekolah kami dipanggil,” kenang Bayu, anggota tim lainnya.

Laboratorium karakter hasil manis ini lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan tim sejak masa persiapan. Namun, di balik tiap trofi, ada gemblengan yang jauh lebih bernilai.
Pramuka bukan sekadar latihan baris-berbaris atau merancang strategi bisnis. Pramuka adalah laboratorium karakter. Nilai-nilai Dasa Darma dihidupkan dalam tindakan nyata: disiplin, berani, setia, dan tangguh. Panas terik dan lelah yang menghujam menjadi sarana menggembleng mental baja para siswa. Keringat dan senyum anak-anak hari ini menjadi bukti ketahanan mental yang akan membekali mereka menjadi pemimpin masa depan.
Penulis: Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya
Dokumentasi: Ambalan MAN Kota Surabaya
