Surabaya — MAN Kota Surabaya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN Kota Surabaya tersebut dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dan diikuti oleh para siswa serta warga madrasah.

Kegiatan diawali dengan sholawatan yang berlangsung dengan suasana khidmat. Lantunan sholawat menggema di Aula MAN Kota Surabaya dan menjadi pembuka kegiatan sekaligus bentuk ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Para peserta mengikuti rangkaian sholawatan dengan tertib sebelum memasuki acara berikutnya.

Setelah sholawatan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Pembacaan tersebut menambah suasana religius dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi. Para peserta menyimak pembacaan Al-Qur’an dengan penuh perhatian.

Selanjutnya, Kepala Madrasah, Bapak Drs. H. Fathorrakhman, M.Pd., memberikan sambutan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi kali ini menjadi Maulid Nabi terakhir bagi beliau selama menjabat sebagai Kepala Madrasah. Hal tersebut membuat kegiatan kali ini memiliki kesan tersendiri bagi warga madrasah.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan materi kajian yang disampaikan oleh KH Suudi Sulaiman. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya sopan santun dan menghormati orang tua. Para siswa diajak untuk memahami bahwa orang tua memiliki peran besar dalam kehidupan dan sudah sepatutnya mendapatkan penghormatan dari anak-anaknya.

Salah satu hal yang ditekankan dalam kajian tersebut adalah menjaga ucapan ketika berbicara dengan orang tua. Anak tidak diperbolehkan membentak, berkata kasar, ataupun menunjukkan sikap yang dapat menyakiti hati orang tua.

(Sambutan Oleh KH Suudi Sulaiman)

“Jangan membentak orang tua. Kita harus menjaga ucapan dan sikap kepada orang tua karena mereka harus kita hormati dan hargai,” pesan KH Suudi Sulaiman kepada para siswa.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menghormati orang tua tidak hanya dilakukan ketika sedang berada di lingkungan sekolah atau dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap sederhana seperti berbicara dengan lembut, mendengarkan nasihat, membantu orang tua, dan menjaga perilaku merupakan bentuk penghormatan kepada mereka.

Kajian tersebut juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk melakukan refleksi terhadap sikap mereka selama ini. Melalui peringatan Maulid Nabi, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui kisah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah materi kajian selesai, suasana kembali meriah dengan penampilan tari Saman. Para penampil membawakan tarian dengan gerakan yang kompak dan teratur. Penampilan tersebut menjadi hiburan sekaligus menambah semarak rangkaian peringatan Maulid Nabi di MAN Kota Surabaya.

(Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW)

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kegiatan kemudian ditutup. Peringatan Maulid Nabi tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum bagi warga madrasah untuk mempererat kebersamaan dan mengingat kembali pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan dapat membawa pesan yang disampaikan dalam kajian ke kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal menjaga sopan santun, menghormati orang tua, dan menjaga perkataan agar tidak menyakiti orang lain.

Penulis: Aulia (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Dokumentasi: Laras, Fina, Dhuha (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Reportase: Fayruz, Safina Maulia (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Editor: Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *