#kankemenagkotasurabaya#
#mankotasurabaya#
#hadirsebagaiinspirasi#
(SURABAYA-MAN Kota Surabaya) MAN Kota Surabaya secara resmi menyelenggarakan kegiatan MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) tahun pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 430 peserta didik baru. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 14 Juli 2025 hingga 17 Juli 2025 ini membahas berbagai hal tentang madrasah. Moderasi beragama misalnya, menjadi salah satu pilar yang disampaikan dalam kegiatan MATSAMA kemarin, pada Senin 14 Juli 2025. Moderasi beragama yang merupakan suatu pendekatan atau sikap yang menekankan pada keseimbangan, toleransi, dan keharmonisan dalam menjalankan ajaran agama merupakan upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Para siswa baru, peserta MATSAMA
Pembukaan MATSAMA dilaksanakan kemarin, pada Senin, 14 Juli 2025 di aula MAN Kota Surabaya. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah. Hal ini merupakan bentuk penanaman semangat kebangsaan dan cinta terhadap lembaga pendidikan, tempat para siswa belajar. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Muhammad Suwar, selaku panitia pelaksana MATSAMA.
Dalam sesi pembukaan, turut hadir kepala sekolah MAN Kota Surabaya, Bapak Fathorrahman. Beliau secara simbolis melakukan penyematan kartu identitas peserta MATSAMA kepada dua siswa orang siswa sebagai perwakilan. Lalu, diikuti secara serentak oleh seluruh peserta MATSAMA.
“Saya berharap para peserta MATSAMA dapat mengikuti kegiatan dengan baik, sehingga dapat menerima ilmu yang disampaikan oleh para pemateri dan menerapkan secara bijak,” kata Bapak Fathorrahman dalam salah satu statementnya.
Pembukaan MATSAMA ini, juga terhubung secara daring melalui zoom meeting dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Kali ini MATSAMA secara serentak dilaksanakan oleh seluruh RA, MI, MTs, dan MA, baik negeri maupun swasta se-Jawa Timur. Acara zoom meeting ini juga dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh siswa yang menjuarai MTQ pada PORSENI Jatim beberapa waktu lalu.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta MATSAMA akan menerima berbagai materi yang mencakup moderasi beragama, menghargai kebudayaan lokal, integritas dan anti korupsi, pelatihan baris-berbaris (PBB), dan lainnya. Sebagai bentuk penguatan nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap budaya lokal, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Festival Jajanan Indonesia.
“Dengan adanya materi moderasi beragama, para siswa diajarkan tentang cara bersikap dan bertindak di lingkungan yang memiliki berbagai perbedaan,” ujar bapak Alie Mudzakkir selaku koordinator iman dan takwa.

Peserta MATSAMA saat mendengarkan materi di aula MAN Kota Surabaya
Materi moderasi beragama disampaikan oleh siswa perwakilan tim moderasi beragama. Para siswa yang menaruh minat dalam bidang moderasi beragama memiliki kelompok tersendiri. Mereka terhimpun dalam sebuah organisasi yang bernama Hasirama. Secara umum, materi yang disampaikan oleh siswa dalam kelompok moderasi beragama ini cukup memperkenalkan siswa baru tentang makna hierarkhi moderasi beragama.
Dalam moderasi beragama mengajarkam siswa untuk menghindari ekstremisme merupakan usaha menghindari penafsiran yang terlalu ekstrem atau radikal dalam menjalankan ajaran agama. Moderasi beragama juga mendorong umat beragama untuk hidup berdampingan dengan orang lain yang memiliki keyakinan berbeda. Karena tujuan moderasi beragama adalah membangun keharmonisan dan kedamaian dalam masyarakat serta menghindar konflik yang tidak perlu.

Guru-guru MAN Kota Surabaya sebagai Kader Moderasi Beragama
”Dalam moderasi beragama juga mengajak kita, para siswa agar dapat mengerti tentang cara berfikir kritis di era sekarang. Utamanya, pada saat ini, banyaknya isu-isu yang tersebar di masyarakat tanpa memastikan kebenaranya. Itu merupakan sebagian materi yang kami disampaikan untuk adek adek siswa baru,” kata Thalitha pemateri dari tim perwakilan Sahabat Moderasi Beragama.
Sementara itu Muhammad Farrel Azaria, siswa anggota tim Hasirama, salah satu tim pemateri moderasi beragama mengatakan tentang keberagaman materi yang disampaikan kepada para siswa baru.

Siswa kelas XI yang menjadi duta moderasi beragama yang tergabung dalam organisasi HASIRAMA MAN Kota Surabaya sedang menyampaikan materi tentang moderasi beragama kepada adik adik kelasnya
”Materi yang telah disampaikan cukup beragam. Diantaranya adalah moderasi beragama, bahaya extrimisme, serta cara menghadapi perbedaan sudut pandang dalam kehidupan sehari-hari,” kata Muhammad Farrel Azaria.
Tim moderasi beragama di kalangan siswa juga menyampaikan keberadaan organisasi HASIRAMA di MAN Kota Surabaya kepada para siswa baru. HASIRAMA yang membahas nilai-nilai moderat dalam moderasi beragama.Ada juga Fun Game edukatif dalam materi ini. Hadirnya Fun Game edukatif dalam rangkaian moderasi beragama menciptakan suasana yang menyenangkan di kalangan para siswa.
Para siswa baru pun menunjukkan semangat dan antusias yang luar biasa. Mereka menyimak setiap materi yang diberikan. Harapannya, pengalaman dan pelajaran hari ini tidak hanya memperkenalkan mereka pada budaya madrasah. Akan tetapi, pengalaman itu juga membentuk karakter yang tangguh, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis : Adinda Bilqis (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Editor : Wiji Laelatul Jum ah (Humas, Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
#KementrianSemuaAgama#
