Surabaya — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya menggelar acara Haflatul Wada’ kelas XII yang diselenggarakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di UINSA Ahmad Yani Surabaya. Acara ini diikuti oleh orang tua siswa dan 402 siswa sebagai simbol pelepasan sekaligus penutup perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di madrasah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pra-acara yang menampilkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Manesa Band, Tari Saman, serta Banjari MAN Kota Surabaya. Suasana hangat dan penuh semangat mengiringi pembukaan acara sebelum memasuki agenda inti.

Acara inti dimulai dengan prosesi masuknya Kepala MAN Kota Surabaya beserta jajaran bapak dan ibu guru yang diiringi lantunan paduan suara MAN Kota Surabaya. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah, serta Mars MAN Kota Surabaya.
Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Laila Jazilatul Hikmah dan Azka Adillah Shofiya yang membacakan Surah Al-Mujadalah ayat 11 dan Surah Ibrahim ayat 7. Surah Al-Mujadalah ayat 11 mengandung pesan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Sementara itu, Surah Ibrahim ayat 7 mengajarkan pentingnya bersyukur, karena Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang senantiasa bersyukur.
Memasuki sesi sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh Kepala MAN Kota Surabaya, yaitu bapak Drs. Fathorrakhman, M.Pd.

“Kami mengucapkan selamat kepada siswa-siswi yang telah diterima melalui jalur Golden Ticket, SNBP, maupun jalur prestasi lainnya,” ujar beliau.
Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan siswa yang masih berjuang melalui UTBK agar mendapatkan hasil terbaik dan sesuai harapan anak-anak serta orangtua. Di akhir sambutannya, beliau juga menegaskan bahwa pada pada kesempatan ini siswa siswi dikembalikan ke orangtua dengan status yang berbeda yaitu dengan melanjutkan ke jenjang/ pendidikan yang lebih tinggi.
Kemudian, sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Komite MAN Kota Surabaya, yaitu bapak Drs. H. Wahyudi Setiyono, M.Pd. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak madrasah yang telah membimbing anak-anak selama kurang lebih tiga tahun, bahkan ada yang mengikuti program percepatan selama dua tahun.
“Alhamdulillah, sebanyak 64 siswa MAN Kota Surabaya telah diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan” ujar beliau.
Sambutan ketiga disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, yaitu bapak Drs. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy.

“Sebentar lagi kalian akan memasuki dunia perkuliahan yang lebih bebas dibandingkan saat di madrasah, oleh karena itu, kalian harus menjaga akhlak yang telah diajarkan di madrasah serta mengembangkan ilmu yang telah diperoleh dan amalkan dengan sebaik-baiknya,” pesan bapak Muslim.
Beliau juga mengingatkan bahwa kunci kesuksesan ada dua, yaitu taat kepada Allah dan patuh kepada orang tua.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh wali siswa kelas XII, Bapak Mohamad Ghufron, yang menambah kekhidmatan suasana. Memasuki puncak acara, prosesi Haflatul Wada’ berlangsung dengan penuh haru. Sebanyak 402 siswa dipanggil satu per satu untuk maju mengikuti prosesi pelepasan. Kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman siswa berprestasi di masing-masing kelas serta penayangan video kilas balik perjalanan siswa kelas XII yang penuh dengan momen berharga dan tak terlupakan bagi mereka.

Suasana semakin emosional saat penyampaian kesan dan pesan oleh perwakilan siswa. Perwakilan siswi, Shaffiyah Hasna Rahman menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua, Bapak serta Ibu Guru di MAN Kota Surabaya.
Ia juga mengajak teman-temannya untuk terus berusaha dengan terus mencoba dan tetap berusaha, apa pun hasilnya, ia juga menambahkan pesan inspiratif yaitu “kita adalah tokoh utama dalam cerita kita masing-masing.”
Sementara itu, perwakilan dari siswa, Muhammad Syahril Firmansyah yang mengungkapkan bahwa perjalanan mereka penuh makna dengan saling mendukung, menguatkan, dan memberi semangat, namun juga pernah berselisih ketika perbedaan pendapat muncul.
Ia juga turut menyampaikan permohonan maaf serta apresiasi kepada para guru, “Bapak dan Ibu Guru tidak pernah lelah membimbing kami, memberikan nasihat, serta arahan,” ucap Syahril.
Acara Haflatul Wada’ MAN Kota Surabaya 2026 ditutup dengan penuh haru dan kebanggaan. Momen ini menjadi awal langkah baru bagi para siswa untuk menatap masa depan dengan penuh harapan, membawa bekal ilmu, akhlak, serta kenangan indah selama menempuh pendidikan di madrasah.
Kepenulisan: Dinda, Oktaviana (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Reportase: Fayruz, Safina Maulia (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Dokumentasi: Dhuha, Azka, Zalfa (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Editor: Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya
