(Surabaya – MAN Kota Surabaya) Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, MAN Kota Surabaya mengadakan Tarhib Ramadhan sekaligus Megengan pada Jumat, 13 Februari 2026. Para siswa diperkenankan untuk membawa kue tradisional Indonesia yaitu apem sesuai dengan tradisi. Megengan sendiri adalah tradisi masyarakat Jawa yang dilakukan turun-temurun untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Usai pelaksanaan shalat Jum’at, seluruh siswa dengan baju bernuansa putih serta para guru memadati aula MAN Kota Surabaya untuk mengikuti kegiatan Tarhib Ramadhan. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk memperkuat keimanan dan mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah dengan semangat ibadah yang bermakna.

Acara dimulai tepat pukul 13.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh dua pembawa acara, Najwa dan Erlita, yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Suasana semakin khidmat ketika Muhammad Andika melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan merdu, membuat seluruh peserta larut dalam lantunan kalam Ilahi. Selanjutnya, Kepala Madrasah, Drs. Fathorrakhman, M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus pesan motivasi kepada seluruh siswa. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan istighatsah yang dipimpin oleh Ustadz Ali Mudzakkir, S.Pd. Doa-doa yang dipanjatkan bersama menghadirkan suasana haru dan penuh kekhusyukan. Memasuki sesi inti, tausiyah pertama disampaikan oleh Ustadz Umar Faruq, S.Ag. yang mengulas sejarah serta pengertian puasa Ramadhan.

“Dasar kewajiban puasa itu berdasarkan Surah Al-Baqarah ayat 183 serta makna dari puasa itu sendiri sebagai latihan menahan diri dan meningkatkan ketakwaan,” ujar ustadz Umar.

Sebagai selingan, penampilan Manesa Band turut memeriahkan suasana dengan membawakan beberapa lagu. Lantunan musik yang syahdu mengajak para peserta untuk merenungi makna kehidupan.

Penampilan Dari Manesa Band

Tausiyah kedua kemudian disampaikan oleh Ustadz Iqbal Zamzami, M.Pd. yang membahas syarat wajib puasa bagi setiap muslim. Selanjutnya, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Afif Farichin, M.Pd.I. mengenai rukun puasa, serta diakhiri oleh Ustadzah Hanik Munadifah, S.Pd. yang memaparkan sepuluh hal yang dapat membatalkan puasa. Penjelasan tersebut membantu siswa memahami batasan-batasan dalam berpuasa agar ibadah yang dijalankan tetap sah dan sempurna.

Sebagai penutup, Ustadzah Dzurriyyatun Najah, M.Pd.I. membahas hikmah puasa Ramadhan. Beliau memaparkan sembilan hikmah puasa, dengan penekanan utama pada peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai tujuan terpenting dari ibadah puasa.

Doa Bersama Oleh Ustadz M. Toif, S.Pd.I.

“Kami menyambut Ramadhan dengan gembira dan dengan adanya acara ini, kami mendapat materi tentang sejarah, syarat, rukun, larangan, serta hikmah puasa, jadi lebih paham tentang ibadah puasa,” ucap Dhafira, siswi kelas X.

Rangkaian acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz M. Toif, S.Pd.I. Seluruh peserta menundukkan kepala dengan khusyuk, memanjatkan harapan agar diberikan kesehatan, kelancaran, serta kesempatan untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh keimanan.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan kondusif, serta dari setiap materi yang disampaikan sangat menarik sehingga mudah untuk dipahami,” ucap Satria selaku ketua OSIS.

Para Guru Saling Bermaafan Untuk Membersihkan Hati Sebelum Melaksanakan Ibadah Puasa di Bulan Suci

Dengan terselenggaranya kegiatan Tarhib Ramadhan ini, MAN Kota Surabaya berharap seluruh warga madrasah dapat menyambut bulan suci dengan kesiapan lahir dan batin. Kegiatan ini pun menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat beribadah agar Ramadhan tahun ini lebih bermakna dan membawa kebaikan bagi semua.

Kepenulisan: Shaffa Zulfa (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Reportase: Ayu Putri, Farida (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Dokumentasi: Safina Maulia, Farida (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Editor: Wiji Laelatul Jum’ah (Humas, Pembina Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *