(Surabaya – MAN Kota Surabaya) Prestasi membanggakan datang dari siswi MAN kota Surabaya, Elisya Maia Trihandayani, kelas XI F, berhasil meraih Juara 1 nasional dalam ajang lomba Da’I Tingkat MA. Perlombaan ini diselenggarakan pada 12 Februari 2026 di Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur dalam rangka Festival Gema Ramadhan 1447 H.

Elisya mengungkapkan, ia sudah mulai tertarik dengan lomba Da’I sejak ia masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Saat itu ia mengikuti kegiatan pesantren se-kecamatan atas dorongan dari sang ibu.

Prestasi ini tentu diraih dengan usaha dan kerja keras yang tidak mudah. Sebelum maju untuk mewakili sekolah, Elisya harus melalui proses seleksi yang panjang. Awalnya guru-guru PAI memilih beberapa siswa yang dinilai mempunyai potensi dalam bidang Dakwah Islam. Selanjutnya di Lab Bahasa siswa-siswi yang sudah dipilih tersebut mengikuti seleksi awal. Pada tahap selanjutnya para peserta yang lolos akan mengikuti bimbingan intensif selama beberapa hari untuk mematangkan materi dan teknik penyampaian. Setelah itu para peserta tersebut memasuki tahap pengambilan video yang kemudian akan dinilai oleh Wakil Kepala Madrasah untuk dipilih tiga peserta terbaik mewakili MAN Kota Surabaya. Dari seluruh peserta yang mendaftar, panitia akan mengambil 10 finalis terbaik yang kemudian akan maju pada tahap akhir secara offline. Seluruh proses dari tahap seleksi hingga maju untuk mewakili MAN kota Surabaya berlangsung selama 1 minggu.

Setelah melewati proses seleksi tersebut dirinya mengungkapkan motivasinya dalam mengikuti lomba Da’I yaitu untuk terus belajar menyampaikan kebaikan dan melatih keberanian berbicara di depan umum agar bisa terlatih percaya diri. Selain itu ia menambahkan bahwa ingin menambah pengalaman dengan mengikuti lomba tersebut.

Pembagian Penghargaan Kepada Para Pemenang

Dalam perlombaan tersebut, Elisya membawakan tema ”Sholat Sebagai Pilar Pembentuk Karakter Bangsa”. Alasan ia mengambil tema tersebut karena mudah dipahami dan sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari.

“Sholat itu sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Jadi mudah untuk dijelaskan dan dikaitkan dengan sikap baik seperti disiplin, jujur, sabar, dan tanggung jawab. Selain itu, ayat pendukungnya juga pendek dan sering didengar, jadi lebih mudah diingat dan disampaikan,” ujarnya.

Melalui ceramahnya, Elisya juga menyampaikan pesan agar sholat tidak hanya menjadi kewajiban semata, tetapi benar-benar menjadi agen perubahan dalam kehidupan sehari-hari.Elisya juga mengungkapkan soal perasaannya saat tampil di panggung, bahwa ia merasa gugup. Namun rasa gugup itu tertutupi oleh rasa senang dan bangga atas dirinya sendiri karena dirinya bisa mewakili madrasah.

Elisya menambahkan saat ia mulai merasa gugup, ia akan menarik napas dalam-dalam, membaca doa, dan memperbanyak membaca sholawat untuk menenangkan diri. Tujuan ia mengikuti lomba ini bukan cuma soal menang, tetapi juga menyampaikan kebaikan. Hal itulah yang membangkitkan semangat Elisya saat menyampaikan Dakwah Islam diatas panggung.

Ia berpendapat bahwa kunci keberhasilan dalam perlombaan ada tiga faktor utama. Pertama adalah niat, jika niatnya baik maka insyaAllah prosesnya juga akan diringankan. Kedua adalah Latihan yang konsisten, proses latihan harus diulang terus menerus agar semakin paham akan materi yang disampaikan dan percaya diri dengan hasil latihannya. Dan yang terakhir adalah meminta doa restu orang tua serta guru.

Elisya Menerima Penghargaan Juara 1 Lomba Da’i Tingkat Nasional

Tantangan terbesar saat tampil diatas panggung adalah menyelaraskan antara materi apa yang ingin disampaikan dengan gerakan dan ekspresi yang dilakukan agar pesan yang disampaikan bisa ditangkap oleh audiens serta juri. Baginya hal tersebut membutuhkan pengendalian fokus yang penuh. Sehingga ia harus bisa mengontrol gerakan dan ekspresi agar sesuai dengan isi materi yang ingin ia sampaikan.

Setelah meraih kemenangan, Elisya Maia Trihandayani berharap untuk bisa terus belajar dan mengembangkan kemampuannya. Untuk mewujudkan harapannya ia akan melakukan evaluasi rutin untuk memperbaiki cara penyampaian, menambah materi serta meningkatkan penampilannya sehingga dapat memberi manfaat untuk lingkungan sekitar.

Elisya juga berpesan kepada teman-teman yang ingin mengikuti lomba dai agar jangan takut mencoba, berani tampil dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Niatkan dari hati, persiapkan dengan sungguh-sungguh dan disertai latihan yang konsisten akan menghasilkan yang terbaik.

Reportase: Fayruz Chalissa, Akhyar (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Editor: Wiji Laelatul Jum’ah (Humas, Pembina Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *