Surabaya – Tim paduan suara siswa-siswi MAN Kota Surabaya berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara kelima dalam sebuah ajang lomba paduan suara yang diselenggarakan pada 15 Februari 2026 di Auditorium Uinsa. Keberhasilan ini merupakan lompatan besar dibandingkan tahun sebelumnya, di mana tim ini sempat menduduki posisi terakhir.

Menurut Aurel, ketua tim paduan suara, kunci keberhasilan mereka terletak pada kekompakan tim, penampilan yang penuh penghayatan, serta bimbingan intensif dari para pelatih, Pak Amin dan Pak Willy.

“Kekompakan, suara, kostum, dan koreografi menjadi aspek utama yang dinilai oleh juri,” ungkap Aurel.

Persiapan untuk lomba ini memakan waktu hampir satu bulan, dengan jadwal latihan yang teratur, yaitu tiga kali seminggu, menyesuaikan antara kegiatan belajar di sekolah dan latihan. Tantangan terbesar dalam persiapan adalah fluktuasi anggota di minggu awal latihan.

“Kami sempat mengalami kendala karena ada anggota yang sakit atau keluar masuk, namun setelah seminggu, anggota tim sudah stabil,” jelas Aurel.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim menerapkan komitmen ketat, termasuk memperketat izin kehadiran dengan bukti foto. Dalam proses latihan, pemilihan lagu pun dilakukan dengan diskusi bersama pelatih. Awalnya, tim sempat memilih lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dan menghabiskan sekitar dua minggu untuk memelajarinya.

Potret Tim Paduan Suara MAN Kota Surabaya SSetelah Perlombaan

Tantangan tersendiri dihadapi saat menyusun partitur lagu kedua yang berbahasa Inggris. “Kami membuat partitur sendiri secara manual dibantu pelatih, prosesnya memakan waktu seharian namun hasilnya memuaskan,” ujar Aurel.

Menjaga stamina dan suara agar tetap stabil di tengah jadwal yang padat menjadi perhatian khusus. Seminggu hingga dua minggu sebelum lomba, anggota tim disarankan untuk menghindari minuman es, makanan berminyak, dan mie instan. Menjelang hari H, mereka rutin mengonsumsi teh hangat dan kencur.

Meskipun telah meraih prestasi, Aurel mengakui pernah mengalami fase “down” karena kekecewaan terhadap anggota yang terkadang tidak disiplin. Namun, komitmen yang diperketat kembali menjadi solusi.

Menurut Aurel, kekayaan suara dari masing-masing bagian (sopran, tenor, bass, alto) yang berhasil disatukan adalah elemen penting yang membuat paduan suara terdengar nyaman dan harmonis. Perbedaan pendapat dalam tim juga berhasil diatasi melalui diskusi terbuka dengan anggota dan pelatih mengenai kecocokan lagu.

Pelajaran terbesar yang didapat Aurel dan rekan-rekannya adalah terbangunnya relasi dan persahabatan antar anggota yang sebelumnya tidak saling mengenal. Selain itu, mereka juga terus mengasah kemampuan vokal dan pernapasan melalui latihan rutin.

Penampilan Tim Paduan Suara MAN Kota Surabaya di USCE 2026

Menatap masa depan, Aurel berharap tim paduan suara MAN Kota Surabaya dapat semakin kompak, berkembang, dan meraih posisi pertama di lomba mendatang. Ia juga berharap ada lebih banyak anggota, terutama dari angkatan bawah, yang bergabung dan aktif dalam organisasi ini.

“Kunci keberhasilan kami adalah berkat pelatih yang luar biasa, dukungan dari guru-guru, serta semangat tinggi dari seluruh siswa,” tutup Aurel.

Kepenulisan: Cevin, Aira (Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Reportase: Athari (Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Dokumentasi: Dokumentasi Pribadi Tim Padus MAN Kota Surabaya

Editor: Jurnalistik MAN Kota Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *