(Surabaya – MAN Kota Surabaya) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswi MAN Kota Surabaya. Empat siswi kelas XII berhasil meraih golden ticket untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi dan seleksi khusus. Mereka adalah Nabila Syifa Athallah (XII-H), Clarissa Syifa (XII-M), Keisya Radhyana Afiqoh (XII-G), dan Alicia Rizka Azzahra (XII-A).
Nabila Syifa Athallah berhasil mendapatkan golden ticket dari Universitas Negeri Malang melalui ajang Organization Leadership Festival (OLF) Gen 3. Ia mengungkapkan bahwa awalnya informasi mengenai kegiatan tersebut didapat dari temannya, kemudian ia mengikuti serangkaian seleksi mulai dari challenge, tahap penilaian, hingga wawancara.

“Alhamdulillah aku terpilih menjadi salah satu dari 50 perwakilan dari seluruh Indonesia yang mengikuti kegiatan utama selama 4 hari di Universitas Negeri Malang,” ujarnya.
Pada puncak acara, diumumkan hasil perolehan golden ticket dari tiga pilihan jurusan yang telah dipilih peserta. Nabila mengaku sempat merasa sedih karena lolos di pilihan ketiga, namun ia menyadari bahwa proses yang dilalui jauh lebih berharga.
“Awalnya sedih, tapi aku ingat lagi kalau proses yang aku jalani itu lebih penting dari hasil akhirnya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman mengikuti ajang nasional tersebut memberinya banyak pelajaran, mulai dari melawan rasa takut dan ragu hingga mendapatkan relasi dari berbagai daerah di Indonesia.
“Banyak sekali cerita, relasi, dan pengalaman yang aku dapat. Kita sama-sama berproses dan merayakan usaha masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Clarissa Syifa berhasil meraih golden ticket dari Universitas Airlangga melalui kegiatan Airlangga Education Expo (AEE). Ia memulai dengan mencari informasi terkait program tersebut, kemudian mendaftar dan mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari.
Pada hari ketiga, Clarissa mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan prestasinya di hadapan rektor, dekan, dan peserta lainnya.

“Alhamdulillah saya mendapatkan apresiasi dari Bapak Rektor dan Dekan FEB sehingga diberikan surat rekomendasi,” jelasnya.
Prestasi Clarissa didukung oleh berbagai pencapaian akademik dan non-akademik, seperti olimpiade ekonomi, olimpiade sains, hingga kejuaraan pencak silat tingkat kota dan nasional. Ia juga dikenal sebagai siswi berprestasi yang konsisten meraih peringkat pertama sejak kelas X hingga XII.
Namun, dalam prosesnya ia sempat menghadapi kendala teknis berupa kesalahan data dari pihak panitia yang membuat namanya tidak tercantum dalam daftar awal penerima.
“Hal itu sempat membuat saya kecewa, tapi saya tetap bersyukur karena tetap mendapatkan golden ticket dan surat rekomendasi dari rektor,” tuturnya.

Selain Nabila dan Clarissa, prestasi membanggakan juga diraih oleh Keisya Radhyana Afiqoh (XII-G) yang berhasil memperoleh golden ticket Departemen Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui ajang Ocean Sciences Olympiad (OCEANO) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan ITS.
Keisya bersama timnya berhasil meraih juara dalam kompetisi tersebut setelah melewati berbagai tahapan lomba dan persiapan yang matang.
“Prestasi ini tentu membuat saya sangat senang, bersyukur, dan sempat tidak menyangka bisa mendapatkan golden ticket,” ujarnya.
Ia mengaku tantangan terbesar yang dihadapi adalah memahami materi yang cukup kompleks dan menjaga konsistensi dalam berlatih di tengah waktu persiapan yang relatif singkat. Namun, usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil dan memberinya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri impiannya.
“Manfaat yang saya rasakan yaitu mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri dan memotivasi saya untuk terus berkembang,” tambahnya.
Keisya juga membagikan tips kepada adik kelas agar aktif mengikuti lomba dan mencari informasi terkait peluang golden ticket.
“Jangan takut mencoba dan keluar dari zona nyaman. Setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil,” pesannya.
Prestasi serupa juga diraih Alicia Rizka Azzahra (XII-A) yang berhasil memperoleh golden ticket Teknik Kelautan ITS melalui lomba Ocean Science Olympiad (OSO) OCEANO 2025 yang diadakan oleh Departemen Teknik Kelautan ITS.
Untuk mendapatkan golden ticket tersebut, Alicia harus melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari ocean engineering exam, soal-soal setara UTBK, hingga babak final berupa penyusunan full paper dan study case yang dipresentasikan di hadapan para juri.

“Sedikit tidak percaya rasanya, kayak diprank. Tapi yang jelas senang banget karena memang sudah jadi impian buat masuk ITS,” ungkapnya.
Alicia menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah saat menyusun study case bertema renewable energy. Ia harus melakukan riset mendalam dari puluhan hingga ratusan literatur nasional dan internasional untuk menentukan solusi penyediaan listrik dengan biaya rendah dan risiko lingkungan yang kecil.
“Menurut aku, ini tantangan terbesar yang pernah aku alamin karena harus benar-benar riset, menghitung biaya, instalasi, sampai presentasi di depan profesor yang ahli di bidang tersebut,” jelasnya.
Meski penuh tantangan, Alicia merasa pengalaman tersebut sangat bermanfaat karena membuatnya lebih yakin menentukan jurusan dan kampus impian.Keempat siswi ini juga memberikan motivasi kepada adik kelas agar terus berusaha, aktif mencari peluang, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Manfaatkan kesempatan yang ada dan jangan takut mencoba hal baru, karena setiap proses pasti membawa pelajaran berharga,” ujar mereka.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi dan meraih peluang terbaik dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kepenulisan: Laras, Shaffa (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Reportase: Andine (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Dokumentasi: Dokumentasi Pribadi Narasumber
Editor: Jurnalistik MAN Kota Surabaya
