(Surabaya – MAN Kota Surabaya) Sabtu, 30 Mei 2026, Palang Merah Remaja (PMR) MAN Kota Surabaya kembali menyelenggarakan ajang tahunan bertajuk PMR Got Talent (PGT) 2026 yang bertempat di MAN Kota Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh peserta PMR tingkat Mula dan Madya dari berbagai sekolah di Surabaya. Mengusung tema “Menembus Rimba Tantangan, Menguatkan Solidaritas Kemanusiaan”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para anggota PMR untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, kepemimpinan, serta semangat kemanusiaan di kalangan remaja.
PMR Got Talent merupakan program yang telah lama diimpikan. Pelatih PMR, Ibu Tri Hastutik, mengungkapkan bahwa kegiatan ini akhirnya berhasil diwujudkan pada tahun 2025 dan kini memasuki tahun penyelenggaraan yang kedua.
“PMR Got Talent ini merupakan impian kami sejak tahun 2015,” ungkapnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diikuti jenjang Mula, Madya, dan Wira, tahun ini perlombaan hanya diikuti oleh peserta tingkat Mula dan Madya. Acara diawali dengan apel pembukaan yang dilaksanakan di lapangan MAN Kota Surabaya sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Apel diikuti oleh seluruh peserta, panitia, pendamping, serta dewan juri. Kegiatan pembukaan berlangsung dengan khidmat melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Palang Merah Indonesia, dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, 7 Prinsip Dasar Palang Merah Indonesia, serta pengucapan Tri Bakti PMR. Setelah itu, peserta mendapatkan pengarahan mengenai teknis perlombaan sebelum memasuki bidang lomba masing-masing.

Sambutan pembukaan disampaikan oleh Bapak Rizal Setiyono, S.Sos., M.Pd. selaku Pembina PMR MAN Kota Surabaya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa PMR tidak hanya menjadi wadah untuk mempelajari keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga sarana untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab. “PMR membangun karakter yang kuat,” ujarnya.
Panitia kemudian menginformasikan lokasi pelaksanaan setiap lomba yang bertempat di ruang-ruang kelas dan beberapa area sekolah. Untuk peserta tingkat Mula, cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Penolong Hebat, Poster Donor Darah, Berkisah (storytelling), dan Ekspresi Seni. Berbagai cabang lomba tersebut dirancang untuk mengasah kreativitas, keberanian, serta pengetahuan dasar kepalangmerahan para peserta sejak usia dini.
Sementara itu, peserta tingkat Madya mengikuti perlombaan yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu Traveling dan Non-Travelling. Pada kategori Traveling, peserta mengikuti lomba Gerakan Palang Merah Remaja (GERPAL) dalam bentuk storytelling, Kesja (podcast), DORAS (presentasi), dan ASB (presentasi). Adapun kategori Non-Travelling meliputi Simulasi Pertolongan Pertama (PP), Cerdas Tangkas, Sanitasi Kesehatan (SANKES) dengan materi Perawatan Keluarga, serta Ekspresi Seni.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap cabang lomba yang telah dipersiapkan oleh panitia. Salah satunya ditunjukkan oleh peserta tingkat Madya dari SMPN 44 Surabaya yang mengikuti lomba Ekspresi Seni. Menurut Nisa dan Isana selaku peserta, persiapan dilakukan selama kurang lebih empat minggu. Mereka sempat menghadapi kendala karena beberapa anggota tim kurang aktif dalam diskusi dan latihan.
“Awalnya ada beberapa anggota yang kurang aktif saat latihan,” ujar mereka.
Meski demikian, keduanya mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Kegiatannya seru dan kami bisa menambah banyak kenalan dari sekolah lain,” tambah mereka.
Tingginya semangat peserta turut dirasakan oleh Ketua Pelaksana PMR Got Talent 2026, Annisa Eliana. Menurutnya, peserta tahun ini menunjukkan antusiasme yang besar selama kegiatan berlangsung.
“Peserta tahun ini sangat antusias. Selain untuk mengembangkan kemampuan, sertifikat dari PMR Got Talent juga dapat digunakan untuk mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas sehingga semakin banyak peserta yang memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Harapan serupa juga disampaikan oleh pelatih PMR. Beliau berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi seluruh pihak yang terlibat, baik peserta maupun panitia. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membentuk karakter, melatih tanggung jawab, menumbuhkan jiwa kompetitif, serta menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi generasi muda.

“PMR tetap menjadi gula yang selalu memberi manis,” tuturnya.
Melalui PMR Got Talent 2026, diharapkan semangat kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta menginspirasi para remaja untuk menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama.
Kepenulisan: Shaffa Zulfa (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Reporter: Fairuz Ghaliyah, Haniya (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Dokumentasi: Akhyar, Zalfa (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Editor: Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya
