0-0x0-0-0#

(SURABAYA – MAN Kota Surabaya) Kegiatan belajar mengajar di MAN Kota Surabaya Kembali dimulai secara efektif pada Senin, 13 Juli 2026. Mengawali tahun ajaran baru 2026 – 2027, madrasah menggelar apel pagi yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas XI dan XII. Bersamaan dengan itu, dilaksanakan pula hari pertama kegiatan MATAMUDA ( Masa Ta’aruf Murid Madrasah) bagi para peserta didik baru yang mengusung tema “Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.”

Upacara Awal Ajaran Baru

Bertempat di aula MAN Kota Surabaya, para peserta MATAMUDA tampak rapi mengenakan seragam putih. Siswa laki-laki memadukannya dengan celana hitam dan kopyah hitam, sedangkan siswi perempuan mengenakan rok hitam serta jilbab putih. Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan Surah Al-Fatihah, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Madrasah, serta pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Ali Mudzakkir, S.Pd.

Sesi sambutan pertama disampaikan oleh Kepala MAN Kota Surabaya, Drs. H. Fathurrakhman, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau melaporkan data terkait jumlah peserta didik baru kelas X yang mengikuti kegiatan ini. “Saya laporkan bahwasanya siswa-siswi MAN Kota Surabaya kelas 10 ini terdiri dari 177 siswa laki-laki, dan 256 siswi putri sehingga total menjadi 433 siswa,” ujarnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Fathul Mubin, S.Pd, M.Pd, selaku Kepala Seksi Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren, yang hadir sekaligus untuk membuka acara. Beliau menegaskan bahwa MAN Kota Surabaya memiliki keunggulan khas di bidang keagamaan dengan adanya program khusus. “Kalau kemarin yang lulusan pondok sekolah di MAN jangan kaget, insyaallah MAN punya program seperti yang ada di pondok pesantren, namanya program baca kitab kuning,” ujarnya.

Beliau juga menitipkan pesan mendalam agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan hati yang bersih dan melarang keras adanya tindakan perundungan. “Saya berpesan untuk kalian semua, pula ikutilah seluruh rangkaian MATAMUDA ini dengan niat ikhlas, penuh semangat, gembira, dan disiplin yang tinggi. Hindari segala bentuk kekerasan, bullying, atau tindakan senioritas yang tidak mendidik. Jadikan MATAMUDA sebagai ruang yang aman dan menyenangkan bagi semua,” tambahnya.

Memasuki inti acara, beliau secara resmi membuka kegiatan tersebut. “Bapak-Bapak Kepala Madrasah, Guru-guru yang kami hormati serta anak-anak Madrasah Aliyah Negeri Kota Surabaya, dengan ucapan ‘Bismillahirrahmanirrahim’, kegiatan masa—kegiatan Masa Ta’aruf Murid Baru murid madrasah secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya, yang kemudian dilanjutkan dengan penyematan id card peserta dan sesi foto bersama.

Siswa-siswi Peserta MATAMUDA 2026.

Memasuki sesi sambutan ketiga, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Surabaya, Bapak H. Agus Yulianto, S.Pd, M.Pd, memberikan motivasi mengenai pentingnya transformasi karakter bagi siswa baru. Beliau mengibaratkan masa peralihan ini seperti keluar dari kapal Nabi Nuh untuk meninggalkan kebiasaan lama yang buruk, serta membagikan tiga kunci utama untuk meraih masa depan. “Tiga kunci utama yang harus dipegang teguh oleh para siswa. Yaitu pertama, siswa harus bisa menerima dan ikhlas terhadap keadaan orang tua mereka. Artinya, siswa dilarang mengeluh atau menuntut hal-hal di luar kemampuan ekonomi keluarga. Kedua, siswa wajib menghormati dan cerdas beradaptasi dengan karakter guru, dan Ketiga siswa harus mengandalkan diri sendiri secara total dan menemukan keahlian khusus. Dengan mandiri dan menekuni suatu bidang keahlian secara mendalam, siswa akan memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai kesejahteraan di masa depan,” ujarnya.

Setelah sesi sambutan dan pembukaan formal selesai, keseruan acara berlanjut dengan sesi fun game tebak bentuk untuk mencairkan suasana, diikuti dengan agenda pembukaan MATAMUDA serentak oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Menjelang siang, para siswa dibekali materi mengenai Moderasi Beragama dan Nilai-Nilai Kebangsaan yang disampaikan oleh Ibu Wiwin Siswinarni, S,Pd, M.Pd bersama Bunda Modis, sebelum akhirnya memasuki waktu istirahat, sholat, dan makan (ISHOMA).

Pada sesi siang, materi beralih pada pengenalan sistem akademik madrasah oleh Ibu Enni Subchandini, S.Pd beliau memaparkan materi terkait kekurikuluman, khususnya mengenai Sistem Kredit Semester (SKS) dan Kecakapan Belajar Kontinu (KBC) yang diterapkan di MAN Kota Surabaya. Materi kemudian dilanjutkan oleh Bapak Sayudi S.Pd yang mengulas tentang lingkungan Adiwiyata, sarana madrasah, serta konsep ekoteologi.

Penjelasan dari Ibu Enni Subchandini, S. Pd.

Sebagai penutup sesi kelas, para siswa menerima pembekalan mengenai Cara Belajar Efektif, Efisien, dan Menyenangkan melalui Profil Belajar Siswa (PBS). Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama MATAMUDA ini pun ditutup dengan tertib setelah pelaksanaan sholat Ashar berjamaah, informasi MATAMUDA hari ke 2 dan akhir pembelajaran.

Kepenulisan: Dinda (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Reportase: Ayu Putri, Fayruz (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Dokumentasi: Dhafira, Fina (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Editor: Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *