(Surabaya – MAN Kota Surabaya) Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pajak bagi pembangunan negara, MAN Kota Surabaya menerima kunjungan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui program Tax Goes to School pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan edukatif ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas XI sebagai sarana untuk mengenal perpajakan sejak dini serta memahami peran pajak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Program Tax Goes to School merupakan salah satu upaya Direktorat Jenderal Pajak dalam memberikan edukasi perpajakan kepada para pelajar. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami fungsi dan manfaat pajak serta pentingnya menumbuhkan kesadaran pajak sejak usia muda sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Kegiatan dibuka oleh Kepala MAN Kota Surabaya, Drs. H. Fathorrakhman, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar para peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasan.

“Dengarkan dengan baik karena belum pernah madrasah kedatangan kegiatan seperti ini. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah ilmu,” pesannya.
Materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh Ibu Yusi selaku perwakilan dari Direktorat Jenderal Pajak. Beliau mengajak peserta untuk melihat peran generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Mengingat pada tahun tersebut para pelajar saat ini akan berada pada usia produktif, peserta diajak untuk merefleksikan bekal yang perlu dipersiapkan demi masa depan diri sendiri maupun bangsa.
“Kalian nanti akan berada pada usia produktif saat Indonesia Emas 2045. Karena itu, mulai sekarang perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa terwujudnya Indonesia Emas 2045 memerlukan berbagai prasyarat, seperti pembangunan infrastruktur yang memadai, sumber daya manusia yang berkualitas, serta kemampuan dalam penguasaan teknologi. Selain itu, generasi muda juga perlu mempersiapkan diri melalui pendidikan yang baik, gizi yang cukup, rajin belajar, menghormati orang tua, serta meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain membahas Indonesia Emas 2045, peserta juga mendapatkan materi mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dijelaskan bahwa APBN merupakan instrumen pengelolaan keuangan negara yang mencakup pendapatan dan belanja negara.
Salah satu sumber utama pendapatan negara berasal dari pajak yang digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. “Pajak merupakan tulang punggung pembangunan Indonesia”, jelas Ibu Yusi. Oleh karena itu pajak memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Beberapa siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan, baik mengenai Indonesia Emas 2045 maupun peran pajak dalam pembangunan negara. Melalui sesi ini, peserta berkesempatan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam sekaligus berdiskusi langsung dengan pemateri.
Ibu Yusi juga menyampaikan bahwa pemahaman mengenai APBN dan pajak perlu diberikan kepada pelajar sejak dini.
“Pelajar saat ini merupakan generasi yang kelak akan menempati berbagai posisi penting di masyarakat. Karena itu, mereka perlu mengetahui bagaimana pajak yang diterima negara dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan Tax Goes to School, para siswa mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya pajak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mereka untuk berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan negara di masa mendatang.
Kepenulisan: Shaffa (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Reportase: Fayruz, Ayu Putri (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Dokumentasi: Akhyar, Dhafira (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Editor: Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya
