(SURABAYA – MAN Kota Surabaya) Madrasah Aliyah Negeri Kota Surabaya menggelar peringatan Tahun Baru Islam di Masjid Kanzul Hikmah MAN Kota Surabaya pada Rabu, 17 Juni 2026. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas X dan XI. Rangkaian kegiatan religius ini diawali sejak pagi hari dengan pembiasaan sholat Dhuha berjamaah dan pembacaan surat Yasin, Al-Waqiah, dan Al-Mulk bersama-sama.

Dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Wardah Fatikhatul Fuadah siswi kelas X-G. Lalu, disusul gema sholawat diba’ yang dibawakan secara meriah oleh tim banjari Al Mansyur MAN Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN Kota Surabaya, Drs. H. Fathorrakhman M.Pd, menyampaikan sambutan hangat berisi imbauan penting kepada para siswa. Beliau menegaskan, “Saya berharap seluruh siswa untuk memanfaatkan waktu liburan panjang secara produktif dengan fokus pada peningkatan kualitas diri, terutama bagi mereka yang akan naik ke kelas 12 demi mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi.”

Sambutan oleh Kepala MAN Kota Surabaya, Drs. H. Fathorrakhman M.Pd

Selain itu, beliau juga melarang keras para siswa melakukan tindakan negatif seperti balapan liar atau mengonsumsi minuman keras, serta mengingatkan mereka untuk selalu menjaga perilaku dan keselamatan di jalan raya.

Memasuki acara inti, para siswa disuguhkan siraman rohani berupa dakwah dari para guru madrasah. Dakwah pertama disampaikan oleh Ustadz Muhammad Thoif S.Pd.I, yang menjelaskan pengertian Muharram dari sisi bahasa.

“Lafadz Muharram itu adalah bentuk dari isim zaman makan. Yang diartikan dalam hal ini adalah bentuk dari isim zaman, yaitu bulan yang sangat dimuliakan dan haram bagi kita untuk tidak melakukan kebaikan,” ujarnya.

Selanjutnya, Ustadz Syaifullah S.Pd.I, membawakan dakwah kedua secara interaktif dengan menjelaskan sejarah bulan Muharram serta mengajak seluruh siswa menyanyikan syair urutan 12 bulan dalam kalender Hijriyah agar mereka tetap mengenalnya di tengah zaman modern. Beliau juga mengajak siswa siswi MAN Kota Surabaya untuk memperbanyak istighfar serta sholawat di bulan Muharram ini dengan harapan agar semua bisa berhijrah dari hal buruk menjadi lebih baik.

Pada sesi dakwah ketiga, Ustadzah Insa Ansyaroh, S. Ag, M.Pd menjabarkan hikmah bulan Muharram sebagai momentum emas untuk memperbaiki diri “Hijrah tidak hanya diartikan sebagai berpindah tempat, melainkan perubahan dari perbuatan dan sifat buruk menjadi perbuatan yang baik. Perubahan ini harus didasari niat dari dalam hati untuk melakukan taubat nasuha,” paparnya.

Penyampaian Dakwah oleh Ustadzah Insa Ansyaroh, S. Ag, M.Pd

Sementara itu, dakwah yang terakhir disampaikan oleh Ustadzah Siti Maria Ulfah M.Pd.I, beliau memaparkan amalan utama yang bisa ditunaikan umat Muslim “Amalan yang paling utama untuk dilakukan di bulan ini adalah puasa sunnah, puasa yang paling dianjurkan adalah pada tanggal 10 Muharram yaitu Puasa Asyura, yang memiliki keutamaan dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu” jelasnya.

Rangkaian acara peringatan yang penuh berkah ini kemudian resmi ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Ali Muzakkir.

Kepenulisan: Dinda (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Reportase: Talita, Zaskia (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Dokumentasi: Luqman, Laras (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)

Editor: Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *