Surabaya, 14 Juni 2026 — Di saat kebanyakan orang menikmati akhir pekan untuk berlibur atau bersantai, anggota ambalan ekstrakurikuler kepramukaan memilih untuk mengadakan pelantikan bagi Penegak Bantara dan Laksana di MAN Surabaya. Istilah Bantara sendiri merupakan singkatan dari “Bantuan Tenaga Rakyat.”
Penegak Bantara merupakan tingkat pertama dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU) bagi Pramuka Penegak. Setelah mencapai Tingkat Bantara, peserta berikutnya akan melanjutkan ke Tingkat Penegak Laksana, yang juga dikenal sebagai tingkat kedua. Laksana berarti melaksanakan tugas yang diperlukan dan menjadi contoh bagi anggota lainnya. Kedua tingkatan ini memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi, namun tugas di Tingkat Laksana jauh lebih berat karena semakin tinggi tingkatnya, semakin sulit tantangan yang dihadapi.
Pada hari Sabtu, 13 Juni 2026, Ambalan MAN Surabaya mengadakan kegiatan penempuhan dan pelantikan untuk Tingkat Bantara dan Laksana yang berlangsung selama dua hari. Proses penempuhan dimulai pada pagi hari pukul 05.00 WIB di hari Sabtu (13/06/2026). Sebelum pelantikan, anggota ambalan diharuskan mempersiapkan fisik dan mental. Mereka harus memahami materi yang akan diuji saat penempuhan dan pelantikan. Selain itu, setiap anggota juga perlu menyelesaikan SKU (Syarat Kecakapan Umum) sesuai dengan tingkat yang ingin mereka capai. Setelah menyelesaikan penempuhan dalam waktu satu hari penuh, mereka dilantik secara resmi keesokan harinya pada hari Minggu (14/06/2026).

Namun, tidak semua anggota Pramuka dapat langsung mengikuti pelantikan. Mereka harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu. “Anggota yang ingin mengikuti pelantikan Bantara, harus melewati PAA (Penerimaan Anggota Ambalan) dan resmi menjadi anggota ambalan MAN Surabaya. Sedangkan untuk melanjutkan ke Tingkat Laksana, mereka harus menjadi Bantara terlebih dahulu karena jenjang Penegak dimulai dari Bantara sebelum bisa naik ke Laksana,” ujar Fiya selaku panitia acara.
Setelah mengikuti kegiatan penempuhan dan pelantikan untuk Bantara dan Laksana, diharapkan anggota yang berpartisipasi bisa menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Mereka harus menyadari bahwa kini ada tanggung jawab baru yang harus diemban. Di Tingkat Bantara, mereka perlu mempersiapkan diri agar lebih mandiri dan disiplin, karena merekalah yang nanti akan mengambil alih tugas senior di ekstrakurikuler ambalan. Di Tingkat Laksana, mereka diharapkan menjadi teladan atau contoh yang baik bagi adik-adik mereka serta dapat berpikir lebih bijak sebelum membuat keputusan.

Pada akhirnya, setiap tingkat memiliki tugas dan perannya masing-masing. Tanggung jawab ini tidak hanya berlaku dalam ekstrakurikuler ambalan, tetapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Kepenulisan: Fayruz Chalissa (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Reportase: Adinda Bilqis (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya)
Dokumentasi: Sabita (Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya) dan dokumentasi pribadi
Editor: Tim Jurnalistik MAN Kota Surabaya
